Hasil Maksimal Dari Sebuah Pelatihan


Salah satu klien saya bertanya:

Pak Virja, apakah training-training yang banyak ditawarkan diluar sana bermanfaat?

Pertanyaan ini mungkin muncul juga di benak anda ketika akan mengirimkan karyawan untuk mengikuti training, atau anda sendiri akan mengikuti training.

Efektifitas suatu Traning, seminar, workshop, boothcamp, pelatihan, lokakarya, atau cara pembelajaran apapun namanya, ditentukan oleh 2 pihak, yakni:

  1. Pihak Penyelenggara
  2. Pihak Peserta

Pihak Penyelengara

Pihak penyelenggara biasanya menyediakan:

  • Trainer dan Materi Belajar
  • Sarana dan prasarana

Trainer dan Materi Belajar

Efektifitas trainer antara lain ditentukan oleh:

Penguasaan trainer terhadap materi belajar yang akan dibawakannya. Hal ini ditentukan oleh latar belakang pengetahuan/pendidikan, pengalaman kerja nyata, dan prestasi trainer tersebut dalam bidang yang relevan dengan materi yang akan dibawakan.

Seorang trainer yang telah memiliki latar belakang pendidikan yang relevan , serta pengalaman kerja nyata yang panjang dalam bidang materi belajar yang akan dibawakannya, akan lebih meyakinkan bila trainer tersebut di masa kerjanya telah menunjukkan prestasi fantastis, ini merupakan indikator kuat bahwa dia sangat menguasai bidangnya.

Sebaliknya bila seorang trainer hanya mengenal materi belajar melalui buku, dan sama sekali tidak mempunyai latar belakang pengetahuan, dan pengalaman kerja nyata dalam bidang yang akan diajarkannya, maka bisa anda simpulkan sendiri, apa yang bisa anda harapkan dari trainer semacam itu.

Seorang trainer yang baik harus mampu membangun materi belajar sesuai dengan kebutuhan. Ini bisa merupakan hasil pemikiran dan karyanya sendiri, atau memilah dari sumber-daya yang tersedia baik di perusahaan maupun di luar perusahaan.

Metoda Penyampaian (delivery method). Di sekolah/universitas tidak jarang kita mendapati seorang guru/dosen yang sangat menguasai materi yang diajarkannya, namun cara mengajarnya terlalu bertele-tele, sehingga membuat semua murid atau mahasiswa/i-nya mengantuk.

Seorang trainer yang baik selain harus menguasai materi belajar, dia juga perlu menguasai metoda penyampaian yang efektif sedemikian rupa, sehingga seluruh materi belajar dapat diserap dengan baik oleh peserta.

Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana pelatihan antara lain meliputi ruang training, audio-visual, alat bantu lainnya, dan konsumsi. Bila salah satu dari komponen ini tidak dalam keadaan seperti yang diharapkan, maka hal ini dapat menggangu efektifitas proses belajar. Misalnya: Kondisi fisik ruang belajar cukup baik, tapi tidak cukup kedap suara, sehingga suara dari luar atau dari ruangan lain bisa tembus dan terdengar dengan jelas ke ruang belajar anda. Lebih parah lagi bila di ruangan sebelah sedang ada aktifitas yang banyak menimbulkan kegaduhan.

Demikian pula apabila peralatan Audio-Visual yang digunakan tidak berfungsi normal, maka proses belajar-mengajar akan sangat terganggu.

Pihak Peserta

Sikap Mental peserta. Apakah peserta memiliki sikap mental terbuka untuk mempelajari sesuatu yang baru? Sikap ini akan sangat mendukung anda dalam menyerap pelajaran secara efektif.

Sikap “hanya sekedar ingin tahu”, apalagi “tidak mau tahu”, akan menghambat efektifitas peserta dalam menyerap pelajaran, walaupun semua kondisi dari pihak penyelenggara sudah sangat baik.

Prasyarat (prerequisite). Pelajaran tertentu akan lebih mudah dipelajari, bila anda telah menguasai pelajaran atau keterampilan lain, misalnya:

Bila anda ingin belajar mengendari sepeda motor, akan lebih mudah bila anda sudah pandai mengendarai sepeda. Maka keterampilan mengendarai sepeda merupakan prasyarat untuk belajar mengendarai sepeda motor.

Bila anda ingin belajar sesuatu dari buku, anda perlu pandai membaca. Jadi dalam hal ini keterampilan membaca merupakan prasyarat untuk belajar sesuatu dari buku.

Bila anda ingin belajar perpajakan, mungkin anda perlu menguasai dasar-dasar akuntansi. Dalam hal ini dasar-dasar akuntasi menjadi prasyarat untuk belajar perpajakan.

Dalam setiap pelatihan biasanya disebutkan prasyarat atau orang yang disarankan untuk mengikuti pelatihan tersebut. Coba anda perhatikan, apakah anda sudah memenuhi prasyarat, atau orang yang disarankan untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Komitmen untuk melaksanakan apa yang telah anda pelajari dari pelatihan di lingkungan kerja atau kehidupan anda sehari-hari. Penerapan ilmu yang baru di lingkungan kerja akan mempertajam pemahaman peserta terhadap ilmu tersebut. Sebaliknya, walaupun anda telah berhasil menyerap pelajaran dengan baik, bila tidak digunakan, ilmu tersebut akan mulai pudar dari ingatan anda satu bulan kemudian.

Kesimpulan

  • Untuk meningkatkan kemampuan anda dalam bidang tertentu, mungkin anda memerlukan Training
  • Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari sebuah pelatihan anda perlu:
  1. Memilih Trainer yang tepat untuk topik yang ingin anda pelajari, trainer terkenal biasanya memiliki keahlian dalam bidang yang membuat dia terkenal, misalnya bila dia terkenal sebagai motivator, maka dia ahli dalam bidang motivasi, tapi belum tentu ahli dalam bidang yang anda perlukan, misalnya: bidang Sales, Leadership, Decision Making, Problem Solving dsb., karena di dunia ini tidak ada satu orang trainer pun yang ahli dalam semua bidang.
  2. Memiliki sikap mental antusias dan terbuka untuk belajar
  3. Perhatikan, apakah anda telah memenuhi prasyarat untuk mempelajari topik tersebut. Bila belum memenuhi syarat, anda perlu belajar dulu topik yang menjadi prasyarat dari topik tersebut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s