MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI


Rasa percaya diri berperan sangat menentukan dalam keberhasilan anda di hampir semua bidang pekerjaan, termasuk bidang Penjualan. Orang yang tidak percaya diri dalam melaksanakan pekerjaannya dapat menimbulkan kesan bahwa orang tersebut “kurang menguasai” pekerjaannya, sehingga pemakai jasanya akan lebih suka memilih orang lain yang dianggap “lebih menguasai” pekerjaan tersebut.

Demikian juga dengan pekerjaan  Salesperson. Pelanggan akan merasa ragu untuk memberikan Order kepada Salesperson yang kurang percaya diri, dan merasa lebih mantap untuk memberikan Order kepada Salesperson lain yang penuh pecaya diri.

Sedangkan Salesperson pada umumnya sering mendapat penolakan dalam menjalankan pekerjaannya. Penolakan demi penolakan ini, disadari atau tidak, akan menurunkan rasa percaya diri Salesperson tersebut secara sistemik, karena itu agar dapat selalu tampil dengan penuh percaya diri, diperlukan upaya serius untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan rasa percaya diri secara berkesinabungan. Berberapa Salesperson telah menyadari hal ini, namun tidak banyak yang tahu bagaimana cara yang tepat dan praktis untuk meningkatkan rasa percaya diri tersebut.

Rasa percaya diri merupakan salah satu produk dari “kesatuan tubuh dan pikiran” yang muncul dalam prilaku seseorang. Prilaku dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu: Pikiran dan Fisik, keduanya akan saling mempengaruhi secara erat, dan secara otomatis akan terjadi penyelarasan satu dengan lainnya. Pengaruh dari keduanya akan bermanifestasi dalam prilaku kita, seperti diilustrasikan dalam Gambar 1 dibawah ini.

Gambar 1
Gambar 1

Contoh:         

Kalau sekarang anda sedang memikirkan sesuatu yang mengembirakan, maka fisik anda akan membentuk postur orang yang sedang bergembira, seperti gambar 2. Demikian pula sebaliknya, bila anda, sengaja atau tidak, membentuk postur fisik orang yang sedang bergembira, maka pikiran anda akan terbawa ke suasana gembira, pikiran anda tidak dapat bersedih dengan postur seperti ini. Dan yang faktor manapun yang menjadi pemicunya lebih dulu, pikiran atau fisik, hasilnya akan terlihat dalam prilaku kita.

Gambar 2
Gambar 2

Merujuk pada konsep tersebut diatas, maka upaya meningkatkan rasa percaya diri dapat dilakukan melalui tiga cara berikut ini:

  1. Mempengaruhi Fisik
  2. Mempengaruhi Pikiran
  3. Mempengaruhi Fisik dan Pikiran

Mempengaruhi Fisik

Berikut ini berberapa cara praktis yang dapat anda gunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri dengan cara mempengaruhi fisik:

  1. Perbaiki bahasa tubuh anda. Cara anda menggerakan tubuh sangat berpengaruh kepada tingkat rasa percaya diri anda. Gerakan tubuh anda dengan tegas dan berjalan dengan kepala tegak, bahu agak ditarik kebelakang, dan seolah-olah anda akan pergi ke satu tempat yang sangat penting. Anda merasa rendah diri? Ubah bahasa tubuh anda.
  2. Emosi diciptakan oleh gerakan. Pastikan anda bergerak dengan bahasa tubuh yang konsisten seperti diuraikan pada butir 1. Ini menciptakan energy dan memompa darah keseluruh tubuh anda – ini membuat anda merasa lebih nyaman dan lebih percaya diri.
  3. Coba Anda ingat tokoh idola Anda yang penuh percaya diri, tirulah caranya bertindak, berjalan, dan berbicara. Tiru gerak-gerik (gesture) dan prilakunya. Ini akan membantu membangun rasa percaya diri Anda.
  4. Pancarkan senyum lebih banyak. Tentu, maksud saya disini bukan tersenyum terus-menerus seperti orang yang memiliki keterbelakangan mental. Tapi Anda akan merasa lebih bahagia, bila anda melontarkan senyum kepada beberapa orang yang berpapasan dengan Anda di jalan, meskipun saat itu mungkin Anda sedang merasa kurang bahagia.
  5. Tampil beda. Kalau perlu beli baju baru, dan pergi ke Salon untuk mendapatkan model rambut yang baru. Ini akan membuat anda merasa lebih segar dan bersemangat.

Mempengaruhi Pikiran

  1. Isi Pikiran anda dengan ilmu-ilmu yang relevan dengan pekerjaan anda untuk meningkatkan kompetensi anda dalam bidang pekerjaan tersebut, seperti: product knowledge, industry knowledge, dan sebagainya. Semakin anda menguasai ilmu tersebut, semakin besar rasa percaya diri anda dalam bidang tersebut.
  2. Belajarlah dari masa lalu. Jangan menghukum diri sendiri, karena satu kesalahan di masa lalu. Apa yang telah terjadi tidak akan pernah kembali. Tapi Anda dapat belajar dari kesalahan tersebut dan  melakukan yang lebih baik dimasa mendatang.
  3. Siapkan mental anda untuk menghadapi setiap keadaan. Apakah anda siap untuk segala situasi? Apakah anda cukup siap untuk menghadapi setiap tantangan yang mungkin terjadi? Apakah anda siap untuk sales meeting, presentasi, mengujungi klien yang belum menunjukan minat membeli, ketika anda melakukan pertemuan pertama dengan prospek? Kalau anda belum siap, mulailah untuk menyiapkan diri.
  4. Fokus pada apa yang “dapat anda lakukan”, bukan “tidak dapat anda lakukan”. Anda telah melakukan banyak hal dalam hidup anda, dan masih akan melakukan lebih banyak lagi selanjutnya.
  5. Kendalikan pikiran anda setiap saat. Jangan tanya “Kenapa/mengapa?”, kalau anda mendapatkan sesuatu yang tidak menyenangkan atau tidak anda harapkan, karena pikiran anda pasti akan dapat memberikan jawabannya. Dan anda tetap tidak akan mendapatkan apa yang anda harapkan dengan jawaban tersebut. Ganti pertanyaan anda dengan “Bagaimana caranya?” Dan ketika pikiran anda memberikan jawabannya, anda sudah dapat cara untuk mendapatkan apa yang anda harapkan.
  6. Ketika anda menyadari adanya pikiran negatif, hentikan! Pikir, dan tanya pada diri sendiri “apakah ini sungguh penting dalam rencana besar saya?” Seringkali itu tidak penting sama sekali. Banyak orang dalam hidupnya terlalu banyak memikirkan hal-hal kecil.
  7. Apakah anda membiarkan ucapan orang lain mempengaruhi anda? Apakah anda peduli dengan pendapat mereka tentang anda? Ingat! Tidak seorang pun dapat membuat anda merasa rendah diri tanpa persetujuan anda. Bukan ucapan mereka kepada anda yang jadi masalah, tapi apa yang anda ucapkan pada diri anda sendiri setelah mereka berhenti bicara yang menjadi masalah. Ubahlah cara berpikir anda.
  8. Buat daftar kosa kata yang anda gunakan secara konsisten ketika anda sedang merasa tidak senang. Kosa kata ini, tergantung pada intensitasnya, akan berpengaruh pada rasa percaya-diri anda. Sebagai pengganti kalimat “Saya benci sekali hal ini” gunakan, “Saya merasa tidak nyaman dengan hal ini”. Buat daftar kosa kata pengganti untuk kata-kata negatif yang biasa anda gunakan. Pastikan bahwa kata-kata dalam daftar pengganti ini memiliki intensitas yang lebih rendah, dan gunakan. Anda akan terperanjat dengan hasilnya.
  9. Buat daftar pencapaian dan keberhasilan anda sepanjang hari pada setiap sore/petang. Kalau anda menemukan banyak hal positif dalam daftar yang anda buat, akan menambah semangat dan rasa percaya diri anda untuk hari berikutnya. Kalau anda tidak menemukan hasil yang anda harapkan, ini akan menjadi pertanda bagi anda untuk mengubah cara kerja anda di hari berikutnya untuk mencapai hasil yang anda harapkan.
  10. Setiap pagi ketika anda sedang mandi, bayangkan hal-hal yang akan anda lakukan hari itu, seolah-olah hal itu telah terjadi dan mencapai hasil yang diharapkan. Visualisasikan keberhasilan dan percaya-diri, dan itu akan terjadi.
  11. Hargailah orang-orang yang selayaknya anda hargai. Siapa orang yang anda cintai? Siapa yang mencintai anda? Siapa orang yang anda bantu?
  12. Belajarlah untuk membual tentang diri sendiri. Ya, bicara tentang prestasi dan kesuksesan Anda lebih dari yang telah anda capai sekarang.
  13. Dan akhirnya – Anda hidup hanya sekali, jadi ketika anda merasa “down” tanya diri sendiri dalam 10 atau 20 tahun mendatang – akankah apa yang saya khawatirkan sekarang sungguh penting?

Mempengaruhi Fisik dan Pikiran

  1. Tampilkan kekuatan anda. Kenalilah keunggulan pribadi anda, dalam hal apa anda sangat baik. Tampilkan diri anda dalam setiap situasi yang relevan dengan keunggulan pribadi anda. Ini akan meningkatkan rasa percaya diri anda, karena anda sangat menguasai bidang bidang tersebut.
  2. Perbaiki kelemahan anda. Kenali dan akui kelemahan anda. Buat rencana untuk memperbaikinya sejalan dengan waktu.
  3. Belajar untuk mengatakan tidak pada hal-hal yang tidak anda harapkan, tidak ada yang perlu ditakutkan. Perhatikan saja perubahan expresi wajah mereka pada saat anda mengatakannya pertama kali, setelah itu mereka tidak akan pernah kembali.
  4. Melakukan semua butir tesebut diatas.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s